Tokoh-tokoh Berjasa
Mengenal para pahlawan, pemimpin, dan tokoh pendidikan yang telah berjasa bagi pembangunan dan kemajuan Kota Padang.
Fadly Amran
Fadly Amran gelar Datuak Paduko Malano (lahir 9 Februari 1988 ) adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia dari Partai NasDem yang menjabat sebagai
Maigus Nasir
Maigus Nasir gelar Rajo Mangkuto adalah mubalig dari Muhammadiyah, pengusaha, dan politikus Partai NasDem yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Padang periode 2025–2030.[1] Sebelumnya ia menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat periode 2019–2024.[2] Ketika berusia 32 tahun, ia dilantik sebagai Ketua DPRD Kota Padang periode 1999–2004.[3]
Bagindo Aziz Chan
Bagindo Aziz Chan adalah Wali Kota Padang periode 1946–1947 yang dikenal karena keberaniannya mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari upaya pendudukan kembali oleh Belanda. Lahir di Alang Laweh, Padang, pada 30 September 1910, ia berprofesi sebagai guru dan aktif dalam pergerakan nasional sebelum terjun ke pemerintahan. Keteguhannya menolak intervensi Belanda menjadikannya simbol perlawanan rakyat Padang. Bagindo Aziz Chan gugur pada 19 Juli 1947 dalam masa Revolusi Kemerdekaan dan kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 2005.
Abu Bakar Jaar
Prof. Mr. Abubakar Jaar (1889–1985) adalah Wali Kota pertama Kota Padang pasca-kemerdekaan Indonesia. Seorang pengacara, pendidik, dan pejuang kemerdekaan, ia berperan dalam membangun pemerintahan Republik di Sumatera Barat pada masa awal revolusi. Setelah memimpin Kota Padang, ia dipercaya menjadi Residen Sumatera Timur dan turut memulihkan jalannya pemerintahan sipil di wilayah tersebut. Abubakar Jaar juga berkontribusi dalam dunia pendidikan sebagai salah satu perintis pendidikan tinggi hukum di Sumatera Barat.
Said Rasyad
Said Rasyad adalah Wali Kota Padang tahun 1947 yang menggantikan Bagindo Aziz Chan setelah gugur dalam Agresi Belanda. Di tengah situasi perang, ia memindahkan pusat pemerintahan ke Padang Panjang demi mempertahankan keberlangsungan pemerintahan Republik.
Abdoel Hakim Nasution
Dr. Abdoel Hakim Nasution adalah dokter, birokrat, dan politikus yang memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan Kota Padang pada masa kolonial hingga awal kemerdekaan. Ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Kota Padang, Wakil Wali Kota Padang selama 11 tahun (1931–1942), dan Wali Kota Padang periode 1947–1949. Selain dikenal sebagai tokoh kesehatan yang berhasil meningkatkan layanan kesehatan di Sumatra Barat, ia juga berperan dalam pemerintahan Kota Padang di tengah situasi Revolusi Kemerdekaan yang penuh tantangan.
dr. Rasidin
dr. Rasidin adalah dokter pejuang yang menjabat sebagai Wali Kota Padang setelah penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Republik Indonesia pada tahun 1949. Ia berperan penting dalam mengambil alih pemerintahan Kota Padang dan memimpin pembangunan kota pasca-kemerdekaan. Selama masa kepemimpinannya, dr. Rasidin mendorong pembangunan permukiman baru, memperluas akses pendidikan, namanya diabadikan sebagai RSUD dr. Rasidin.