Klik foto untuk melihat lebih detail
Abdoel Hakim Nasution
? - sekarang
Biografi Lengkap
Abdoel Hakim Nasution atau yang lebih dikenal dengan dr. Abdoel Hakim atau A. Hakim adalah tokoh yang diangkat menjadi Wali Kota Padang oleh Belanda menggantikan Bagindo Aziz Chan yang tewas tanggal 19 Juli 1947. Waktu itu Pemerintah Indonesia sebenarnya menunjuk Said Rasyad sebagai Wali Kota Padang. Namun kemudian karena keadaan darurat ia memindahkan pusat pemerintahannya ke Padang Panjang tanggal 20 Juli 1947.
Abdoel Hakim adalah seorang lulusan dari Sekolah Dokter Djawa pada tahun 1905. Ia berasal dari Padang Sidempuan Sumatera Utara, tempat dimana pertama kali ia ditugaskan sebagai dokter tahun 1910.
Abdoel Hakim yang menjadi Wali Kota Padang dari tahun 1947 hingga 1949 sebelumnya pernah menjadi Wakil Wali Kota Padang (Loco- Burgemeester Padang) pada masa pemerintahan Hindia Belanda periode 1931-1942. Menariknya, jabatan Wakil Wali Kota Padang ini dipegang Abdoel Hakim selama 11 tahun (1931-1942). Suatu waktu yang terbilang sangat lama bagi seorang wakil wali kota, apalagi pribumi.
Tahun 1921 Abdoell Hakim terpilih sebagai anggota Dewan Kota (Gemeenteraad) Kota Padang hingga tahun 1942 kecuali saat ia cuti ditahun 1934-1938. Nama Abdoel Hakim sangat menguat di Kota Padang pada tahun 1919. Ini sehubungan Abdoel Hakim sukses mengatasi epidemic dan meningkatkan status kesehatan di West Sumatra dan kemudian diangkat menjadi ‘kepala dinas kesehatan’ di West Sumatra yang berkedudukan di Kota Padang
Dalam Catatan sejarah ia juga merupakan pembina Kongres Jong Sumatranen Bond di Padang. Waktu itu ia sudah menjadi s anggota dewan kota. Pengaruhnya sangat kuat dan kepribadiannya yang sangat menarik anggota Dewan Kota (Gemeenteraad) dari kalangan Eropa. Oleh karena itu tidak heran bila usul-usulnya sering didengar dan dipertimbangkan oleh anggota Dewan Kota (Gemeenteraad) dari kalangan Eropa tersebut.
Selama menjadi Wali Kota Padang, kondisi Padang berada dalam kancah revolusi fisik. Ia harus mendayung diantara dua karang yaitu antara Belanda dan bangsanya sendiri. Ia termasuk salah seorang tokoh yang mendukung ide negara Indonesia Federal.