LAVAS Logo
LAVAS Layanan Audio Visual Arsip Statis
Sekitar Arsip Daftar Arsip Galeri Tokoh Berita
Fauzi Bahar

Klik foto untuk melihat lebih detail

Walikota Padang,

Fauzi Bahar

1962 - sekarang

Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si. (lahir 16 Agustus 1962) adalah Wali Kota Padang yang menjabat selama dua periode, yaitu 2004–2009 dan 2009–2014. Ia dikenal sebagai pemimpin yang menekankan penguatan nilai-nilai keagamaan, penataan kawasan Pantai Padang, pengembangan pusat pemerintahan di Aie Pacah, serta memimpin proses pemulihan Kota Padang setelah gempa bumi besar yang melanda Sumatera Barat pada tahun 2009

Biografi Lengkap

Perjalanan hidup Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si. merupakan kisah tentang kerja keras, ketekunan, dan pengabdian kepada masyarakat. Lahir di Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada 16 Agustus 1962, ia tumbuh dalam keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, pendidikan, dan kedisiplinan. Ayahnya, Baharudin Amin atau yang lebih dikenal sebagai Wali Bahar, pernah menjabat sebagai wali nagari, sedangkan ibunya, Nurjanah Umar, merupakan seorang guru sekaligus aktivis Muhammadiyah yang aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan.

Sejak kecil, Fauzi Bahar telah merasakan kehidupan yang penuh perjuangan. Bersama keluarganya, ia membantu mencari nafkah dengan menjual kangkung dan kue mangkuk. Aktivitas tersebut dilakukan di sela-sela waktu sekolah, bahkan setelah pulang sekolah ia masih harus membantu keluarga dengan bekerja di kebun. Pengalaman masa kecil itu membentuk karakter pekerja keras, mandiri, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Selain ditempa melalui kehidupan yang sederhana, Fauzi Bahar juga mendapatkan pendidikan agama yang kuat. Ia rutin belajar mengaji di Surau Tabek yang berada tepat di depan rumahnya. Ayahnya dikenal tegas dalam mendidik anak-anaknya agar disiplin menjalankan ajaran Islam. Nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan sejak usia dini tersebut kemudian menjadi pedoman dalam perjalanan hidup dan kepemimpinannya di kemudian hari.

Pengalaman hidup yang panjang dan berbagai amanah yang diembannya mengantarkan Fauzi Bahar menjadi salah satu tokoh penting dalam pemerintahan Kota Padang. Saat dipercaya memimpin kota ini sebagai Wali Kota Padang, ia berupaya menghadirkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembentukan karakter masyarakat. Salah satu kebijakan yang paling dikenal adalah penguatan pendidikan bernuansa keagamaan, termasuk mendorong penggunaan jilbab bagi siswi sekolah serta membiasakan pembacaan Asmaul Husna di lingkungan pendidikan.

Di bidang pembangunan perkotaan, masa kepemimpinan Fauzi Bahar ditandai dengan berbagai program penataan kota. Kawasan Pantai Padang yang sebelumnya kurang tertata mulai dibenahi dan dikembangkan menjadi salah satu ruang publik penting bagi masyarakat. Selain itu, pembangunan pusat pemerintahan Kota Padang di kawasan Aie Pacah terus dilanjutkan. Di bekas lokasi Terminal Regional Bengkuang dibangun kompleks perkantoran pemerintahan, termasuk Kantor Wali Kota Padang, yang kemudian menjadi pusat administrasi pemerintahan kota.

Tantangan terbesar yang dihadapi Fauzi Bahar selama menjabat terjadi pada periode keduanya sebagai wali kota. Pada 30 September 2009, gempa bumi besar mengguncang Sumatera Barat dan menyebabkan kerusakan yang sangat luas di Kota Padang. Ribuan warga menjadi korban jiwa maupun luka-luka, sementara berbagai fasilitas umum, gedung pemerintahan, sekolah, rumah sakit, dan permukiman warga mengalami kerusakan berat.

Pasca bencana tersebut, Kota Padang memasuki masa pemulihan yang panjang. Fauzi Bahar memimpin berbagai upaya penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi kota. Berbagai program pembangunan kembali infrastruktur dan pemulihan kehidupan masyarakat dilaksanakan untuk mengembalikan fungsi kota serta membangkitkan semangat masyarakat yang terdampak bencana. Masa kepemimpinannya pada periode kedua banyak diwarnai oleh upaya membangun kembali Kota Padang agar bangkit dan berkembang setelah tragedi gempa 2009.