Klik foto untuk melihat lebih detail
Syahrul Ujud
1943 - sekarang
Biografi Lengkap
Nama Syahrul Ujud menempati posisi penting dalam sejarah pemerintahan Kota Padang. Selama dua periode kepemimpinannya, dari tahun 1983 hingga 1993, ia berhasil membawa Kota Padang meraih berbagai prestasi sekaligus meletakkan dasar pembangunan yang masih dirasakan manfaatnya hingga kini.
Syahrul Ujud lahir pada 13 Januari 1943 dari pasangan Udjud Rajo Nan Putih dan Saleha, keluarga perantau asal Koto Sani, Kabupaten Solok. Masa kecil hingga pendidikan menengah dijalaninya di Solok. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Hakim dan Jaksa Negeri di Medan pada tahun 1961–1965. Ketertarikannya pada bidang hukum terus berkembang sehingga ia melanjutkan studi di Fakultas Hukum di Padang dan menyelesaikannya pada tahun 1974.
Latar belakang pendidikan hukum tersebut menjadi bekal dalam perjalanan kariernya di bidang pemerintahan dan penegakan hukum. Ia mengawali pengabdiannya sebagai jaksa di Talu, Pasaman. Kemampuannya kemudian mengantarkannya ke lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai Kepala Bagian Pengawas Panitia Pemilihan Daerah Tingkat I. Pengalaman penting lainnya diperoleh ketika ia dipercaya menjadi pembantu pribadi Wali Kotamadya Padang, Hasan Basri Durin, pada periode 1972–1977. Sebelum terpilih sebagai wali kota, ia juga menjabat sebagai Kepala Bagian Sosial Politik di Balai Kota Padang.
Puncak pengabdiannya dimulai ketika ia dipercaya memimpin Kota Padang pada tahun 1983. Di bawah kepemimpinannya, wajah kota mengalami berbagai perubahan. Salah satu keberhasilan yang paling dikenang masyarakat adalah keberhasilannya menjadikan Padang sebagai kota yang bersih dan tertata. Berkat upaya tersebut, Kota Padang berhasil meraih penghargaan Adipura dan kemudian Adipura Kencana, penghargaan tertinggi pemerintah pusat di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan.
Keberhasilan itu tidak terlepas dari gaya kepemimpinannya yang dekat dengan masyarakat dan lapangan. Syahrul Ujud dikenal sebagai pemimpin yang tidak segan melakukan pengawasan langsung. Pada hari-hari libur, ia sering berkeliling kota dengan berjalan kaki maupun bersepeda untuk memastikan kebersihan dan ketertiban lingkungan tetap terjaga.
Selain bidang kebersihan, masa kepemimpinan Syahrul Ujud juga ditandai dengan pembangunan infrastruktur strategis. Ia menjadi salah satu perintis pembangunan Jalan Bypass Padang yang kemudian berkembang menjadi jalur transportasi penting bagi pertumbuhan kota. Pemerintahannya juga menjalankan berbagai program pengendalian banjir sebagai upaya mengurangi risiko bencana yang sejak lama menjadi tantangan bagi Kota Padang.
Warisan penting lainnya adalah penetapan tanggal 7 Agustus sebagai Hari Jadi Kota Padang. Penetapan tersebut menjadi langkah bersejarah dalam memperkuat identitas dan kesadaran masyarakat terhadap perjalanan panjang kotanya.
Melalui kepemimpinan yang berlangsung selama sepuluh tahun, Syahrul Ujud tidak hanya menghadirkan berbagai capaian pembangunan, tetapi juga menanamkan budaya kebersihan, kedisiplinan, dan semangat pelayanan publik. Jejak pengabdiannya menjadikan dirinya dikenang sebagai salah satu wali kota yang berperan besar dalam membawa Kota Padang menuju era modern.