LAVAS Logo
LAVAS Layanan Audio Visual Arsip Statis
Sekitar Arsip Daftar Arsip Galeri Tokoh Berita
Tugu Pengibaran Bendera Merah Putih
Koleksi Foto / Tugu

Tugu Pengibaran Bendera Merah Putih

04 Sep 2026
Galeri / Koleksi Foto / Tugu / Tugu Pengibaran Bendera Merah Putih
Tugu Pengibaran Bendera Merah Putih


Peringatan Peristiwa Penaikan Bendera Merah Putih
Lokasi: Sudut Halaman Kantor Pos Padang

Bangunan ini didirikan pada tahun 1985 untuk menghormati peristiwa penaikan bendera merah putih di Kota Padang, sebuah peristiwa bersejarah yang sangat penting karena tidaklah mudah mengibarkan bendera ini di masa Jepang masih berkuasa, meskipun suara proklamasi sudah sampai ke kota ini.

Latar Belakang
Kekalahan Jepang dalam Perang Dunia Kedua mengguncang pasukan Jepang di mana pun mereka berada. Di Kota Padang, kabar tersebut pertama kali diterima oleh Aladin, seorang karyawan Pos Telegraaf en Telefoon (PTT) di Bukittinggi, yang kemudian menyampaikannya ke Padang. Meski naskah proklamasi sudah tercetak dan tersebar, langkah selanjutnya, yaitu mengibarkan bendera merah putih sebagai simbol nasional, bukanlah hal sederhana. Pada masa-masa awal setelah 17 Agustus 1945, Jepang masih memegang kendali penuh sembari menghadapi ketidakpastian menjelang kedatangan Pasukan Sekutu, sehingga kesalahan sedikit saja dalam bertindak dapat berakibat fatal.

Pembentukan BPPI
Sebagai langkah awal, pada 19 Agustus 1945 dibentuklah BPPI (Balai Penerangan Pemuda Indonesia) di Pasa Gadang. Sejak saat itu, para pemuda mulai menyusun strategi, merumuskan ide, dan merancang langkah terbaik untuk mempercepat pelaksanaan proklamasi di Kota Padang.

Pengibaran Pertama di Markas BPPI
Karena bendera Jepang yang berkibar harus dilepas terlebih dahulu, proses pengibaran bendera merah putih penuh risiko. Namun demi menegaskan semangat kemerdekaan, bendera merah putih akhirnya dikibarkan secara resmi untuk pertama kalinya di markas BPPI Pasa Gadang pada 21 Agustus 1945. Setelah keberhasilan ini, BPPI merencanakan pengibaran di tempat-tempat lain, dengan prioritas pada kantor atau basis kedudukan Jepang.

Pengibaran di Kantor Polisi Jepang
Upaya menaikkan bendera di Kantor Polisi Jepang atau Markas Kepolisian Daerah, yang terletak di sebelah Gunseibu (kini Balai Kota), menghadapi tantangan besar karena tembok tinggi di sekeliling bangunan itu menyerupai benteng dan polisi Jepang masih berjaga di depannya. Ismael Lengah dipilih memimpin pengurusan ini, mengirim Gyu Gun Sjofjan Ibrahim, Adriansjah, Sjafei Siregar, dan Amin Lebe untuk menyampaikan niat pengibaran bendera. Permintaan ini sempat ditolak oleh dua polisi Jepang yang bertugas, dengan alasan usulan itu akan menyempitkan ruang gerak mereka. Setelah didesak Soelaiman Effendi dan Bachtaruddin, inspektur polisi Jepang, para polisi Jepang lain akhirnya setuju. Menjelang tengah hari pada 29 Agustus 1945, bendera berhasil dikibarkan melalui upacara khidmat, meski tanpa iringan lagu Indonesia Raya maupun pembacaan Teks Proklamasi, dan suasana sunyi seketika saat bendera mulai dinaikkan.

Pengibaran di Gedung Gunseibu
Target berikutnya adalah gedung Gunseibu, kini eks Balai Kota Padang, yang saat itu hanya dijaga dua orang Keinpetai dalam keadaan siap tempur. Memanfaatkan kelengahan penjaga yang sedang mondar-mandir, beberapa pemuda naik dari samping gedung menggunakan tangga dan berhasil mengibarkan bendera merah putih di balkon lantai dua. Kedua Keinpetai yang menyaksikan kejadian itu memilih membiarkannya karena kalah jumlah.

Penyebaran Semangat Pengibaran Bendera
Setelah dua tempat berdekatan ini berhasil mengibarkan bendera merah putih, pengibaran di tempat-tempat lain di Kota Padang tidak lagi mengalami kesulitan berarti. Kabar keberhasilan ini menyebar dengan cepat. Bagi kantor-kantor yang tidak memiliki tiang bendera, bendera dipasangkan pada bambu panjang, hingga akhirnya bendera merah putih berkibar menjadi pemandangan baru yang mengharukan di seluruh Kota Padang.


Sumber: Buku Nilai Sejarah Tugu Monumen Perjuangan Di Kota Padang, Oleh Marsaleh Adaz, S.Sos