Lokasi :Pasar Banda Buek, Kota Padang
Tugu ini dibangun tahun 1986 untuk mengenang serangan udara Belanda terhadap Pasar Banda Buek pada 18 Januari 1947.
Latar Belakang
Setelah kemerdekaan, kekuasaan militer Belanda melumpuhkan roda ekonomi Kota Padang. Pasar Raya Padang nyaris lumpuh, banyak toko tutup karena warga lebih memilih keselamatan. Pasar Banda Buek menjadi salah satu pasar luar kota yang masih aktif, ramai setiap Selasa dan Sabtu, sekaligus menjadi tempat pertukaran informasi perjuangan karena posisinya yang strategis.
Awal Januari 1947, Belanda mulai menggempur kawasan Kampung Alai, Kampung Kalawi, hingga Anduriang untuk melindungi pergerakan pasukannya. Namun sebuah ranjau darat yang dipasang pejuang berhasil menghancurkan dua truk Belanda, kejadian yang membuat mereka geram dan membalas dengan serangan udara ke markas batalyon di Indarung pada 8 Januari.
Tragedi 18 Januari 1947
Sepuluh hari kemudian, pesawat tempur Belanda kembali menyerang, kali ini menembaki Pasar Banda Buek yang sedang ramai hari balai. Serangan itu dipicu oleh kibaran bendera Merah Putih di Kantor Camat Lubuk Kilangan yang berdekatan dengan pasar. Sekitar 50 orang—mayoritas perempuan dan anak-anak tewas, puluhan lainnya luka berat.
Proses Evakuasi yang Berat
Barisan Sabil Muslimat pimpinan H. Djamaluddin dari Pauh V mengevakuasi jenazah menggunakan tikar dagang sebagai pengganti kain kafan. Rencana pemakaman sempat tertunda karena serangan udara susulan keesokan harinya, memaksa warga menyeberangi sungai untuk berlindung.
Karena kondisi darurat dan minimnya penerangan, penguburan sempat tertunda hingga lima hari, hingga akhirnya berkat inisiatif Abdoel Munaf (anggota Batalyon I pimpinan Anwar Badu) yang menggerakkan warga bergotong royong, seluruh jenazah dapat dimakamkan pada 25 Januari 1947.
Tentang Monumen
Monumen ini dirancang oleh Drs. Amril M.Y. Dt. Garang, dikerjakan oleh guru dan siswa SMSR, sebagai pengingat kekejaman perang sekaligus semangat gotong royong warga Padang di masa perjuangan.
Sumber : Buku Nilai Sejarah Tugu Monumen Perjuangan Di Kota Padang, Oleh Marsaleh Adaz, S.Sos